MZYK menjadi martir di sebuah penjara yang dijaga sangat ketat di Poznan. Seorang imam yang dipenjarakan bersama dengan P. Mzyk memberi kesaksian tentang kematiannya. Salah seorang serdadu jaga di kamp itu tampaknya mendapat kesenangan istimewa ketika ia menganiaya P. Louis, ia suka sekali mencercah dan menyikatnya. Pada tanggal 20 Februari 1940, serdadu jaga ini kembali lagi ke penjara itu dalam keadaan mabuk. Ia bertemu dengan tiga orang narapidana, diantaranya P. Mzyk. Ia mengusir pergi kedua narapidana yang lain dan mulai mencercah P. Louis, sambil memukul dan menendangnya. Lalu serdadu jaga itu melemparkan dia melalui tangga, menyeret dia ke gerbang dan menembak dia dua kali pada kepalanya. Ketika itu, P. Louis berusia 35 tahun.


P. Mzyk berasal dari Silesia, lahir di Chorzow Starry dari sebuah keluarga dengan sembilan


orang bersaudara. Setelah berjumpa dengan seorang imam SVD yang datang ke paroki mereka untuk memberikan khalwat, ia pun mulai berangan-angan menjadi seorang misionaris. Pada usia 13 tahun ia diterima di seminari Nysa. Ayahnya yang sakit-sakitan meninggal dunia ketika Louis sedang menjalani masa pendidikannya di sana. Karena keluarganya terbilang miskin maka selama liburan musim panas Louis bekerja di sebuah pertambangan di mana ayahnya dahulu bekerja. Saudaranya William kemudian menuturkan: "Dengan pekerjaannya ini ia tidak saja mampu membiayai pendidikannya, tetapi juga membantu ibunya."


Setelah enam tahun di Nysa ia menjalani novisiatnya di St. Augustin, di mana ia juga belajar filsafat. Para pembesar yang melihat berbagai talenta dan kemampuannya, mengirim dia ke Roma untuk studi teologi. Di sana Louis ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 30 Oktober 1932. Pengalaman yang paling mengesankan - setelah tahbisan serta Misa sulungnya - adalah audiensi dengan Paus Pius XI pada tanggal 5 November 1932 bersama dengan teman-teman setahbisannya serta sanak keluarga mereka. Ia tinggal di Roma cukup lama guna menyelesaikan studi doktoral di bidang teologi dogmatik di Universitas Kepausan Gregoriana.


P. Louis berharap akan mendapat penunjukan untuk Jepang atau Cina, namun ia siap untuk pergi ke mana saja ia diutus - yang ternyata adalah polandia. Setelah beberapa bulan bertindak sebagai pendamping magister novis di St. Gabriel, ia ditunjuk sebagai magister novis yang pertama di Provinsi Polandia yang baru dibentuk itu. Novisiat itu dimulai di Chludowo pada tahun 1935. Sejak awal ia memperlihatkan kesalehan hidupnya. Para novis terkesan oleh sikapnya yang bersahaja, rendah hati serta santun. Kehadirannya menumbuhkembangkan keselarasan di dalam komunitas. Ia benar-benar berbakat dalam hal memperkenalkan kepada para novis kehidupan sebagai biarawan-misionaris. Ia menjadi populer dan kehadirannya disukai dikalangan para novis.

Bulan-bulan pertama perang relatif cukup aman untuk komunitas di Chludowo itu. Namun pada tanggal 25 Januari 1940, Gestapo mulai menangkap imam-imam yang ada di wilayah Poznan. P. Mzyk termasuk imam yang ditawan itu dan dibawa ke Poznan, dimana ia mengalami kekejaman dan menjumpai ajalnya.